Visi & Misi

Visi Desa Bongo

VISI

“MEWUJUDKAN DESA BONGO YANG MAJU, MANDIRI, SEHAT,  SEJAHTERA, RELIGIUS DAN MAMPU MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN SERTA TEKNOLOGI DALAM BINGKAI KEIMANAN DAN KETAKWAAN KEPADA ALLAH SWT.”

Maju: Masyarakat yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT agar dapat setara dengan desa-desa lainnya yang sudah lebih maju dan modern.

Mandiri: Masyarakat yang mampu mewujukan kehidupan yang sejahtera dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri sendiri, sehingga bisa berdiri tegak diatas kaki sendiri.

Sehat: Masyarakat yang mampu mewujudkan dan menjaga kondisi yang sehat jasmani, rohani dan spritual.

Sejahtera: Masyarakat yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan primer sehari hari (sandang, pangan, dan tempat tinggal yang layak).

Religius: Warga Negara yang memahami serta mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran agama yang dipeluk dan diyakininya dalam konteks kehidupan sehari hari baik dilingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Misi Desa Bongo

MISI

8 Karakter Dasar Tata Laksana Pemerintahan

Partisipasi Aktif

Tegaknya Hukum

Transparansi

Responsif

Berorientasi pada musyawarah untuk mendapatkan mufakat

Keadilan dan perlakuan yang sama untuk semua orang

Efektif dan Ekonomis

Dapat Dipertanggungjawabkan

STRATEGI

KEBIJAKAN

Kebijakan pembangunan merujuk pada proses  pembuatan keputusan-keputusan penting, termasuk identifikasi  berbagai alternatif seperti prioritas program atau pengeluaran dan pemeliharaan berdasarkan dampaknya.

Oleh karena itu kebijakan pembangunan berdasarkan pada Visi dan Misi serta harus sinergi dengan visi-misi  Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Kebijakan Pembangunan berdasarkan pada asas adil dan merata. Pelaksanaan pembangunan antara dusun harus  seimbang agar tidak terjadi kecemburuan yang  mengakibatkan ketidakharmonisan  dalam masyarakat.

Demi tercapainya asas adil dan merata tersebut, pembangunan dilaksanakan bertahap  dan bergantian antar dusun. Dalam pelaksaanaan pembangunan, masyarakat harus dilibatkan agar tercipta rasa saling memiliki, meskipun pembangunan tersebut berlokasi di wilayah dusun lain.

Scroll to Top