Blog

Blog

Menyelami Pesona Religi di Desa Wisata Bubohu, Gorontalo

Desa Wisata Religi Bubohu, yang terletak di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, menawarkan sebuah pengalaman spiritual yang berpadu harmonis dengan keindahan alam sekitar. Desa ini bahkan masuk dalam daftar 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, sekaligus menjadi desa pertama yang membawa konsep wisata religi dalam ajang tersebut. Ragam Daya Tarik Religi dan Alam Desa ini menjadi lokasi bagi sebuah pesantren alam, di mana santri belajar agama dengan ditemani hikmah dan ketenangan lingkungan alami. Lembah, langit terbuka, dan hijaunya alam menjadi ruang belajar yang menggugah kesadaran spiritual. Terdapat pula beberapa destinasi menarik yang bisa ditemukan di Desa Bubohu, meliputi: Tradisi Parade Walima: Simbol Kebersamaan dan Syukur Pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Bubohu biasanya menggelar parade Walima. Acara tersebut berupa arak-arakan kue kolombengi dan aneka kue khas Gorontalo yang disusun menyerupai rumah atau masjid lalu dibawa mengelilingi desa. Tradisi ini menjadi simbol syukur dan kebersamaan dalam komunitas. Desa Bongo juga kaya akan produk budaya dan kuliner tradisional. Di antaranya, karawo (kain sulam), lukisan pelepah pisang, kue kolombengi, bubur leluhur, lalapan leluhur, apale, kue roda, dan sukade. Semuanya merupakan representasi kekayaan tradisi Gorontalo. Dengan kombinasi apik antara nilai religius, atmosfer alami, ragam budaya, serta edukasi sejarah, Desa Wisata Religi Bubohu menjadi destinasi yang memberikan pengalaman wisata religius yang mendalam sekaligus mendidik.

Blog

Menelusuri Keunikan Desa Wisata Religi Bubohu Bongo di Gorontalo

Tersembunyi di antara bentangan alam perbukitan karst Gunung Tidur dan Teluk Tomini, Desa Wisata Religi Bubohu Bongo di Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, telah memikat banyak hati. Nama “Bongo” sendiri berasal dari bahasa Gorontalo yang berarti kelapa. Sebuah simbol penting yang mewarnai identitas desa ini. Tradisi Walima dan Sambutan Hangat Berbalut semangat religius, desa ini merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi upacara Walima, yakni mengarak kue kolombengi menuju masjid dan membagikannya kepada warga serta hadirin sebagai simbol rasa syukur. Kehangatan sambutan tak berhenti di situ. Pengunjung akan dikerumuni oleh kawanan merpati, dan secara unik diminta memasukkan kelereng ke dalam kotak sebagai bentuk pencatatan jumlah tamu. Ritual sederhana namun penuh makna. Pesantren Alam: Belajar, Refleksi, dan Kehidupan Pilar spiritual desa ini adalah Pesantren Alam Bubohu, didirikan oleh Yosep Tahir Ma’ruf (Yotama). Di sini, “santri” bukan hanya manusia, tetapi juga tumbuhan, hewan, dan benda mati — seluruh alam belajar bersama dalam harmoni. Pesantren ini memiliki pondok khas Gorontalo bernama Wombohe, lengkap dengan kolam renang jernih, ruang terbuka untuk berkumpul, dan area istirahat yang sejuk. Tak jauh dari situ, tersimpan koleksi fosil kayu berusia jutaan tahun, bukti perjalanan panjang alam Gorontalo. Lebih dari Sekadar Wisata Keunikan Desa Wisata Religi Bubohu Bongo bukan hanya terletak pada panorama yang memesona, tetapi juga pada kedalaman budaya dan edukasi yang dihadirkan. Desa ini menjadi tempat belajar tentang sejarah, kebudayaan, serta relasi manusia dengan alam dan spiritualitas. Desa Wisata Religi Bubohu Bongo merupakan destinasi yang menyuguhkan lebih dari sekadar pemandangan indah. Dengan ritual, pesantren alam, dan nilai edukatifnya, desa ini menyatu dalam kesederhanaan yang sarat makna. Menjadikannya pilihan ideal sebagai tempat wisata sekaligus tempat pembelajaran hati dan kebudayaan.

Blog

Bongo: Desa Wisata Religi yang Menyimpan Jejak Sejarah Gorontalo

Di pesisir Teluk Tomini, Kabupaten Gorontalo, terdapat sebuah desa yang memadukan pesona alam, kekayaan budaya, dan nilai-nilai religius. Ialah Desa Bongo. Terletak di Kecamatan Batudaa Pantai, desa ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan pintu gerbang untuk memahami sejarah Islam di Gorontalo. Jejak Islam di Tanah Bongo Sejarah mencatat, Desa Bongo menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di Gorontalo sejak ratusan tahun lalu. Peran para ulama dan tokoh adat begitu kuat dalam membentuk tradisi masyarakatnya. Nilai-nilai keislaman tak hanya hidup dalam ritual ibadah, tetapi juga tercermin dalam tata kehidupan sehari-hari, adat istiadat, hingga arsitektur rumah dan masjid di desa ini. Salah satu bangunan bersejarah yang ikonik adalah Masjid Walima Emas. Masjid ini menjadi simbol persatuan masyarakat Desa Bongo, sekaligus saksi perjalanan panjang mereka dalam mempertahankan ajaran Islam dan kearifan lokal. Wisata Religi dan Budaya Desa Bongo dikenal sebagai tuan rumah perayaan Festival Walima, tradisi tahunan yang digelar setiap Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam festival ini, masyarakat membuat walima, yakni semacam hidangan tradisional dari olahan beras ketan yang dibentuk indah dan penuh warna. Festival ini bukan hanya ajang syukur, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung perpaduan seni, budaya, dan religiusitas masyarakat Gorontalo. Selain festival, Desa Bongo juga menawarkan pengalaman berwisata religi seperti mengunjungi makam para ulama, belajar sejarah Islam lokal, dan menikmati suasana damai khas kampung nelayan. Keindahan pantainya yang menghadap langsung ke Teluk Tomini menjadi bonus tak terlupakan bagi setiap pengunjung. Perpaduan Alam dan Spiritualitas Keunikan Desa Bongo terletak pada harmonisasi alam dan spiritualitas. Wisatawan dapat berjalan menyusuri jalan desa sambil menikmati panorama laut, lalu singgah di masjid atau rumah adat untuk mendengar kisah-kisah sejarah yang diceritakan oleh penduduk setempat. Dengan pesona yang dimiliki, Desa Bongo tidak hanya menjadi tempat untuk berlibur, tetapi juga sarana memperkaya wawasan sejarah dan memperdalam makna spiritual. Menjaga Warisan, Menyambut Masa Depan Masyarakat Desa Bongo menjaga erat warisan budaya dan ajaran agama yang diwariskan leluhur. Semangat gotong royong, keramahan, dan keterbukaan mereka terhadap pengunjung membuat siapa pun merasa diterima seperti keluarga. Bagi Anda yang ingin menikmati wisata yang menenangkan hati sekaligus memperkaya pengetahuan, Desa Wisata Religi Bongo adalah destinasi yang wajib ada di daftar perjalanan. Di sini, setiap sudutnya mengajarkan tentang makna hidup, sejarah, dan kebersamaan.

Scroll to Top